Review: Sweeney Todd: The Demon Barber of Fleet Street

2

Film Sweeney Todd, jika dideskripsikan dalam
kalimat pendek, adalah Moulin Rouge versinya Tim
Burton.
Tapi tentu saja ceritanya tidak sesederhana itu. Berangkat dari
legenda
mengendai tukang potong rambut yang gemar
memotong leher para langganannya,
kisah ini telah
diangkat ke dalam bentuk drama panggung, serta film horror pada tahun 1930an, satu jaman dengan horror klasik
yang dibintangi Bela
Lugosi dan Boris
Karloff.
Nuansa warna yang hampir biru gelap, sangat kontras dengan darah
yang
bercipratan pada beberapa adegannya. Dan
menurut saya pribadi, film ini
lebih sadis dari
karya Tim sebelumnya, yang bernuansa mirip, Sleepy Hollow.
Penampilan Sasha
Baron Cohen sebagai penjual obat dari Itali juga cukup menarik perhatian, dengan
kostum dan aktingnya. Para pemeran pendukung juga
menampilkan kualitas akting mereka yang maksimal, dengan lantunan
dialog

yang dibawakan dengan nada-nada sesuai karakter
masing-masing.
 
Saya terkagum-kagum oleh kualitas karakter dari
tokoh-tokoh di film ini,
terutama karakter yang
diperankan oleh Johny Depp (Sweeney Todd) dan Helena
Bonham Carter (Mrs Lovett), dimana Sweeney terjebak kedalam kebencian
untuk
membalas dendam, sementara Mrs. Lovet terjebak
kedalam impian klise di
tengah keterpurukan
ekonomi pada kota London, untuk memiliki masa depan yang
cerah bersama Sweeney, terlepas dari tindakan-tindakan mereka yang…
uhh…
sedikit mengganggu selera
makan…

1

Sekilas foto ini membuat gua berharap Tim Burton sedang menyutradarai film Sandman he he he

2 Responses to “Review: Sweeney Todd: The Demon Barber of Fleet Street”

  1. aRuM Says:

    gw suka mikir lo rik, itu suaranya si joni deep beneran bagus gitu apa kagak ya?

    Keren euy.. kalo kata abah gw mah sampe “MENGGETARKAN BULU KETEK”

    -Heleh…-

  2. Erick Says:

    Ha ha ha emangnya cililiata yang berbulu getar ituh? Ha ha ha

Leave a Reply