Tutorial Warna Ngeblok
Tuesday, March 25th, 2008 Setelah beberapa waktu saya ngetes beberapa teknik pewarnaan di photoshop, ternyata teknik yang sekarang ini yang, menurut saya, paling efektif dalam mengerjakan pewarnaan pada waktu singkat.
Oke, langsung saja ke langkah-langkahnya:
1.Hasil sketsa ilustrasi di-inking dengan drawing pen/rapido/kuas (bukan dijiplak, tapi ditimpa).
2. Gambar tadi discan dengan resolusi 600 dpi, greyscale, lalu buka di Photoshop. Saya menggunakan versi CS3, tetapi teknik ini tetap dapat digunakan oleh Photoshop 7. Mungkin Photoshop 5.5 juga bisa, tapi kayanya ga penting juga nyari bajakan yang versi 5.5 dan mengulang langkah yang sama.
Tolong jangan gunakan scanner Canoscan Lide 20, saya punya sentimen pribadi dengan tipe itu.
File di save ke ekstensi *.PSD.

3. Karena luas bidang gambar berbanding lurus dengan ukuran suatu file, saya buang bidang samping yang kosong, dengan Crop Tool (lihat pada gambar dibawah), lalu saya kotakkan bidang yang saya hendak pakai, bidang yang mau dIbuang tampak abu di gambar di bawah.
4. Nomor berapa sekarang? Oh ya, empat. Seperti yang saya jelaskan di awal, sketsa saya timpa dengan kuas, jadi di file hasil scan masih tampak goresan pensil Derwent 2B. Oh iya, sketsa jangan dIbuat tebal seolah kita sedang mengisi jawaban UAN, buatlah tipis saja.
5. Hilangkan garis sketsa dengan Levels, bisa via tombol Ctrl + L atau juga via menu Image>Adjustments>Levels. Geser Poin abu ke kanan, dan poin putih ke kiri. Mengingat kondisi negara kita yang pasokan listriknya agak kurang lancar, save-lah file anda. Lakukannya dengan sering, karir anda bergantung pada kebiasaan tersebut.
6.Setelah itu, untuk pewarnaan, ubah file menjadi RGB, caranya dengan masuk ke Image>Mode>RGB. Sudah? Bagoooes. Pilih Paint Bucket, lalu pilih warna yang anda inginkan.
Pada gambar ini, saya perbesar bagian kacamata si Ibu, lalu saya klik disana. Kacamata si Ibu jadi berwarnaa! Apakah itu sudah cukup? Eits tunggu dulu, silakan teruskan kebawah.
7. Sekilas tentang anti alias, ketika kita perbesar lebih detail, tampak ada bidang-bidang yang tidak terisi oleh warna. Ini disebabkan karena Paint Bucket hanya mengisi bidang yang benar-benar putih, bidang yang berwarna agak abu, lalu berangsur ke abu gelap, tidak tersentuh. Nah, bidang abu terang hingga abu gelap itu adalah ciri antialiasing pada gambar, tujuannya untuk membuat kesan lebih halus saat bidang warna ungu bergradasi menjadi pink bercorak hijau toska.
Anti aliasing itu bagus, tapi untuk teknik ini, saya hindari sama sekali.
8. Marilah kita mundur satu langkah, lalu hilangkan antialias tadi dengan Threshold, dari menu Image>Adjustments>Threshold (ada di agak bawah). Angka yang dimasukkan cukup default/standar saja:128.
9. Gambar si Ibu kini hanya terdiri dari warna hitam dan putih. Abu terang dan gelap tidak ada lagi. Mungkin anda agak terganggu dengan tampilan yang kotak-kotak (jaggy) itu, tapi untuk resolusi 600 dpi, mata kita hampir tidak dapat merasakannya. Kalau tidak percaya, coba saja di zoom out (diperkecil), dengan menggunakan Tool kaca pembesar, atau tekan Z.
10. Tidak terlalu kelihatan kan jaggy-nya? Tapi jika penasaran, saya iseng buat perbandingan resolusi, agar kentara :
A. 600 Dpi (Cukup bangeeet).
B. 300 Dpi (Yey, emang sekarang masih jaman ya aliran kubisme?)
C. 1200 Dpi (Standar umum buat komikus luar). 
Oke 1200 Dpi memang bagus, seolah gambarnya dIbuat di CorelDRAW atau Ilustrator, tapi selain pengerjaan lebih lambat di komputer saya, ukuran file juga membengkak. Tidak efektif untuk pengerjaan komik yang notabene halamannya tidak sedikit.
Oh iya, jika anda hendak menggunakan pilihan anti aliasing untuk pewarnaan, bukan bloking seperti teknik saya, resolusi 300 Dpi juga cukup kok.
11. Kita kembali ke pewarnaan. Pilih PaintBucket, dan JANGAN LUPA MATIKAN OPSI ANTI ALIAS! Ini berlaku untuk tools lainnya seperti Lasso dan Magic Wand. 
12. Setelah diwarna (sebelum juga bisa sih…) mungkin anda ingin juga merapikan garis yang sedikit “berjerawat”. Gunakan Pencil Tools, lalu pilih warna kacamata, dan mulailah merapikan tonjolan-tonjolan itu. 
13. Mungkin anda salah pilih dan menghapus dengan Brush Tool, hasilnya akan seperti ini:
14. Ck ck ck, lain kali lebih teliti ya. Tekan Ctrl-Z untuk mundur satu langkah, atau Ctrl-Alt-Z untuk mundur beberapa langkah. Setelah itu kita coba mewarnai bidang lain, yaitu tangannya si Ibu. 
15. Nah lo, kenapa semuanya jadi berwarna? Itulah yang sering saya sebut sebagai bocor. Biasanya PaintBucket mengisi bidang yang benar-benar tertutup, jika contiguous dicontreng. Kalau begitu kita hanya perlu menambal bidang yang bocor.
16. Penambalan dilakukan dengan Pencil Tool yang menggores warna hitam untuk menutup bidang tersebut.
17. Bidang terisi warna, sisanya kurang lebih sama, tinggal diulangi ke bidang-bidang lain pada gambar, dan simsalabim abahkatabrak, jadii!
18. Tunggu dulu, apa ini? Ada ketombe! Ya, inilah kekurangan teknik bloking warna, bidang-bidang kecil tidak tersentuh, bagaimana cara mengatasinya?
19. Mudah kok, kita pilih saja lalu isi dengan warna hitam/warna inking yang digunakan. Caranya begini: Pilih Magic Wand, lalu setelan diubah seperti pada gambar, kali ini contiguous kita matikan.
20. Pilih si dandruff/ketombe tadi.
21. Zoom out, dan lihat, semua bidang putih terpilih, itulah fungsi contiguous. Sekarang tinggal kita sisihkan bidang putih yang bukan termasuk ketombe: Balon teks dan mata si Ibu. Contiguous kembali dicontreng.
22. Setelah itu, pilih Edit>Fill, dan gunakan warna hitam, lalu klik Ok, dan ketombe pun hilang. Jika gambar menjadi hitam, atau ketombe tetap ada, kemungkinan besar anda salah langkah tadi di bidang contiguous-contiguous-an. Jika tidak ada yang salah, tekan Ctrl-D untuk menghilangkan pilihan, atau bisa juga dengan Select>Deselect.
23. Untuk menambah dimensi, saya menggunakan shading, dengan cara memilih warna background menggunakan Magic Wand (jangan lupa untuk contiguous agar tidak dicontreng, supaya seluruh warna coklat background bisa terpilih). Maaf kalau anda sampai enek dengan contiguous, tapi mau gimana lagi, memang ini faktor penting di bidang fill-fill-an, jadi jangan sampe ilfil dengan fill-fill-an.
24. Lalu dengan saya mengklik warna di Toolbar, kemudian saya memilih warna di Background.
25. Warna yang saya pilih, saya ubah tingkat brightnessnya, menjadi coklat tua, tapi bukan hitam. Perhatikan, titik hijau ada pada B (Brightness). Silakan dicoba sendiri apa bedanya pilihan tersebut dengan H (Hue) dan S (Saturation).
26. Lalu dengan warna gelap tadi, saya buat garis bayangan menggunakan Pencil Tool. Jangan lupa, warna yang terpilih masih warna background.
27. Setelah itu, jika yakin tidak ada garis yang putus/bocor, tekan Ctrl-D untuk menghilangkan pilihan, dan pilih Paint Bucket untuk mengisi bidang bayangan. 
28. Selesai sudah, tinggal ditambah teks sesuai kebutuhan. Gunakan Text tool, lalu klik dan geser sebuah kotak, dan isilah dengan kata-kata. 
Demikian tutorial ini saya buat dengan sebenar-benarnya. Jika ada komentar, saran, kritik dan pertanyaan, mohon segera diinformasikan. Terima Kasih.




























