Archive for December, 2007

Wallpaper Baru di Penghujung Dua Ribu Tujuh

Wednesday, December 26th, 2007

    Biasanya gua bikin beberapa baru diaplod, tapi ini baru nambah satu, iseng aja pengen diupload …
    Mungkin lebih tepat ga sabar nunggu ilustrasi lain, jadi yang ada dulu deh…
Silakan diunduh(donlot) di www.ericbandung.com .
Sektekodok

Met Natal dan Taon BAro semuanyaa

Wednesday, December 19th, 2007

Merikrismas

Seminar Komik di Artspace 59

Monday, December 17th, 2007

Tanggal 14 Desember kemarin, gua
ikutan seminar komik di artspace 59, oke juga, kritis dan ngebuka wawasan baru,
berita selengkapnya baca aja di sini dan di sini, berita secara subjektifnya, bacalah terus
kebawah.

Gua suka banget pas bagian
penjelasan tentang riset yang dilakuin Peter Van Dongen buat Rampokan Jawa
& Rampokan Celebes. Buku pertama abis 7 taun utk riset dan produksi. Buku
kedua dibantu oleh komputer dalam pengerjaan warna, jadi memangkas waktu
produksi lumayan banyak sehingga keseluruhan pembuatan hanya memakan tempo enam
tahun saja. Dan uniknya, cerita sudah ada di kepala dia, berikut karakter dan
konflik-konfliknya. Jadi tinggal survey sejarah dan lapangan.

Apakah itu cukup? Ternyata mau
segila apa pun survey, kesalahan itu bisa aja tetep ada, tapi minim banget.
Contoh disini misalnya becak yang digambar Peter di sulawesi itu becak Jawa,
bukan becak Sulawesi.

“Jadi gimana?“

“Gampang kok, setiap panel dia tip
ex satu-satu becaknya, lalu digambar ulang.”

Itu bener-bener harga yang harus
dibayar buat sebuah kesempurnaan. Edhyaaann. Musti belajar banyak nih.

Oh iya satu lagi yang berkesan
adalah penuturan dari John De Rantau, sutradara Senandung Denias. Dia survey
untuk filmnya dengan tinggal di Papua selama kurang lebih seminggu, belajar
adat, kebudayaan, kebiasaan-kebiasaan, dll, termasuk "mas kawin"
standar berupa babi. Jadi kalau mau nikahin cewe di sana, kalo dia anak biasa,
mungkin sepuluh babi (asli, bukan kalengan) bisa ditukar dengannya. Kalau dia
anak kepala suku, mungkin sekitar seratus ekor babi baru bisa.

Eniwei, dari pengalamannya John,
kita dapet banyak sekali tentang bagaimana menyelami suatu karya, dan kadang
kelemahan kita yang terjebak dalam tampilan visual (look) sebuah karya, tanpa
menuangkan pengalaman diri ke dalam karya tersebut.

Yeah, gua juga suka gitu kok, cari
referensi gambar yang keren, terus diambil sebagai inspirasi, tapi cerita
seadanya. Jadinya ya cerita seadanya dengan tampilan lebih mending dikit.

Jika dibalik, cerita lebih kuat dan
survey seadanya, itu masih lebih berkesan, walaupun mungkin agak mengganggu.
Yang jelas, semuanya tergantung si pembuat, mau dibawa kemana karya ini,
serealistis mungkin, atau se-enggak nyambung mungkin, atau se-setengah hati
mungkin.

“Ya, kira-kira begitu yang saya
tangkap, ada pertanyaan anak-anaaak?”

Dscn1221idits

Oh iya, sedikit tambahan, Sapi
Pangalengan gua bisa bersanding dengan karakter-karakternya Thoriq, Tony
Masdiono, Tita, Dedefox dan cergamikomikus lainnya. Hueheheh merasa keren nih
weheheh hahahah hohoho hihihih ahahahaha hiuhiuhiu wehihehiuhahahudah ah tar
disangka kumat.

Wallpaper Baru Lagi…

Sunday, December 9th, 2007

    Akhirnya nambah juga koleksi nih. Lumayan sekalian belajar
pake kuas he he he. Silakan Cek di www.ericbandung.com
terus ke bagian wallpapers. Tenkyu.

Kgb640

Dc

Virgo640

    Kalo yang ini mah karya lama, iseng aja dibikin jadi
wallpaper.

 

SUDAH TERBIT! PERPUSTAKAAN SKETSA!

Sunday, December 9th, 2007

Perpus_01

TERSEDIA DI Omuniuum, Tobucil, Readinglights, Seven
Heaven
,toga mas
toko lainnya menyusul.
 

HARGA RP 16.000(belum didiskon), FULL COLOUR!

ISINYA ADA BEBERAPA YANG DARI BLOG PERPUS SKETSA, PLUS BEBERAPA
YANG BELUM PERNAH DIMUAT HE HE HE, SILAHKAN CEK.

UNTUK YANG DI LUAR BANDUNG, SORI BANGEEET SAYA ENGGAK NERIMA
PEMBELIAN VIA TIKI(TIDAK KILAT), JADI PALING MUNGKIN NITIP KE SEPUPU ATAU TEMEN
YANG TINGGAL DI BANDUNG… SORI PISAAN, INI PASTI NYEBELIN, TAPI SAYA JUGA TAKUT
JADWAL KERJA BERANTAKAN LAGI…

NB: KALO BELI LANGSUNG KE GUA, DAPET HARGA DISKON LOOH.

Jiarah di Jogja

Sunday, December 2nd, 2007

Exomologisthe
to Kyrio oti agathos aliluia

Oti is ton eona to eleos
aftu aliluia

Itu adalah
sepenggal lirik dari sekian banyak lagu-lagu (cantoria) yang dilantunkan selama
ibadah doa Taize di aula universitas Sanata Dharma, Jogjakarta. Lagu tersebut
cukup unik, karena merupakan tambahan dari Gereja Ortodoks. Awalnya semua
lagu-lagu berasal dari Katolik.

Kami, grup doa
dari komunitas doa di asrama providentia, berangkat bersama pada hari kamis
malam, dengan kereta senja utama.

Dscn3243

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   

 
 

Selama perjalanan,
saya sempat terganggu oleh keluar-masuknya penjual makanan, saat kereta
berhenti, bisa untuk mengangkut penumpang, bisa juga untuk menunggu kereta lain
melewati jalur yang sama. Kami berangkat
pukul delapan malam, dan selama empat hingga lima jam berikut, selalu ada
penjual penganan masuk dan menjajakan.

Ketika waktu
menunjukkan pukul satu dini hari, dengan kondisi separuh bermimpi, saya
terbangun paksa oleh suara-suara penjual lanting.

Siapa juga yang
mau beli lanting pukul satu pagi? Lagi pula itu kan oleh-oleh khas Jogja? Untuk
siapa saya berikan oleh-oleh itu? Turis?

Mungkin kalau saya
pergi dari Jogja ke Bandung, lebih masuk akal untuk membelinya.

Tapi mungkin ini
hanya omelan kesal akibat mimpi yang terganggu, lalu saya menyalahkan penjual
itu dengan alasan logis, sementara mungkin saja dia tidak berpikir sejauh itu.
Mungkin saja ada orang yang memang mau membeli pada jam-jam itu.

                                                ***
Dscn3259

USD – Universitas
Sanata Dharma, tempat kami berkumpul. Kira-kira separuh ITB, tapi lebih rimbun.

Dscn3260

Dscn3384

Registrasi ulang dilakukan di samping lapangan olahraga. Di sini peserta
dipersilakan untuk mengisi form, mendaftar ulang untuk nantinya dipilihkan
rumah untuk ditinggali. Kami juga ditawari
untuk menjadi relawan dari mulai paduan suara, dekorasi, perlengkapan, konsumsi
, hingga transportasi.

Dscn3264

Tambahan lagi,
kami juga disodorkan form untuk ikut workshop pada hari Sabtu siang, yang
terdiri dari: kunjungan ke pesantren, kunjungan ke lokasi gempa di Bantul,
presentasi mengenai icon, presentasi
mengenai micro credit, pemutaran video dokumentasi kegiatan-kegiatan Taize, dan ibadah hening,
jika memang itu yang dicari oleh peserta.

Setelah makan
siang, kami menyempatkan diri untuk jalan-jalan, mencicipi Bakso Urat Pak
Narto, dan sepertinya Pak Bondan tidak salah, bakso ini memang maknyus.

 

Dscn3273

Di seberang tempat
kami makan, ada poster Natal.

 

Dscn3269

Asli engga ada
natal-natalnya sama sekali! Mungkin kalo mereka foto di kandang domba beneran,
bisa lebih kena.

***

Selesai makan
siang kedua kalinya, kami menyempatkan diri menaruh barang-barang di rumah
penduduk/ asrama yang kami tinggali. Saya tinggal naek bus dua kali ke lokasi,
oh ya, ada juga yang salah turun, hingga tersesat keliling Jogja, tapi itu lain
cerita.

Dscn3442
 

Skolastikat SCJ,
bertempat di kaliurang km 7,5. Tempat para Frater selama mereka kuliah. Daerah
ini banyak sekali asrama serupa, persis di seberang ada asrama Anging Mammiri,
Skolastikat MSC, dan beberapa ratus meter dari sana, Kesusteran Santo Carolus
Borromeus.

Dscn3307

Walaupun tempat
ini cukup sejuk, tetap saja kota ini terasa panas dibanding Bandung. Sangat
berlawanan dengan pendapat dua teman yang merasa kota ini adem. Mereka berasal dari
Jakarta.

 Dscn3302

Malamnya ibadah
pembuka dilaksanakan, lantunan puji-pujian memenuhi ruangan, udara sejuk dan
keheningan menggoda kami untuk berhenti sejenak dan bermimpi. Di sinilah saya
dan beberapa teman menyadari pentingnya kondisi yang fit.

Dscn3399

Ini adalah para
bruder dari desa Taize di Perancis. Merekalah yang memimpin ibadah doa setiap
sore dan malam. Dengan karakter yang kalem dan ramah, selalu ada waktu bagi
pengunjung untuk berdialog setelah acara doa selesai.

Dscn3382

Hari Sabtu, Saya
mendapat perspektif baru saat diskusi antar kelompok dalam membahas tema
kegiatan ini (memilih untuk mencintai, memilih untuk berpengharapan). Seorang
peserta mengatakan bahwa walaupun ia (secara doktrin dan iman Protestan) tidak
melakukan doa novena, ia menghargai dan menghormati sang ibu yang menjalankan
ritual itu pada istrinya yang akan melahirkan, sebagai bentuk kepedulian dan
kasih.

Workshop yang saya ikuti adalah bagian dari menjalin tali silaturahmi antar umat, dalam bentuk kunjungan ke Pondok Pesantren Nurul Ummahat, Kotagede pimpinan Kyai H Abdul Muhaimin. Di tempat ini beliau bercerita mengenai forum komunikasi antar umat yang dia bentuk (FPUB, Forum Persaudaraan Umat Beriman), berikut dengan berbagai kegiatan-kegiatannya dan kenyataan adanya pihak-pihak yang menentang atau malah memanfaatkan kegiatan tersebut untuk agenda pribadi.

Dscn3419

Dscn3416

Pengalaman ini sangat membuka wawasan saya, terutama dengan sikap Pak Muhaimin yang sangat moderat, namun tidak terjebak untuk mengkompromikan pemahaman agamanya. Satu lagi yang saya dapat, adalah ketika ia membicarakan forum antar umat itu, dimana banyak sekali sekat doktrinal, tata cara dan sosok yang disembah, ia menemukan kesamaan bahwa semuanya merujuk pada pengalaman iman personal. Dari sinilah seseorang dapat membagikan pengalaman imannya dengan siapa saja yang memiliki keyakinan berbeda, dan bahkan tidak mustahil untuk mendapatkan pencerahan melalui bentuk komunikasi tersebut.

 

 

 
Dscn3421

Pemuda ini bernama
Reiner, salah seorang dari sekian banyak relawan yang terjun membantu kegiatan
ini (Saya jadi ingat ada satu relawan heboh dari Bandung yang menginap di
Bantul dan stress karena foto-foto di kamera digitalnya TERFORMAT secara tidak
sengaja, tapi, itu lain cerita).

Sebulan sebelum
hari H, pemuda berusia 20an tahun ini sudah meninggalkan negara kelahirannya,
Estonia, untuk ikut membantu persiapan acara.

Seusai kunjungan dari pesantren, saya sempat
bertanya apakah di tempat asalnya juga muncul gejala-gejala radikalisme agama,
dan ia menjawab tidak, karena di sana sangat sedikit orang yang beriman pada
kepercayaannya, akibat politik Uni Soviet, yang hingga kini pun setelah negara
itu pecah, pengaruhnya masih terasa.

***

 Dscn3288

Minggu pagi, saya
dan teman-teman selalu telat untuk ikut misa pagi di sana, mungkin karena kami
terlalu lelah, mungkin juga malas.
 

Areal tempat ini
luas dan sejuk (untuk Jogja), penuh pepohonan dan hewan seperti angsa, merpati,
burung dara serta anjing peliharaan.

Dscn3332

Dscn3337

Beberapa waktu
lalu seekor Dalmatian (bukan yang ada di foto) yang nakal suka mengejar dan
menggigiti angsa-angsa di sini. Sekitar dua puluh empat ekor mati.

Frater Albert
menjelaskan “…karena kenakalannya tidak bisa ditolerir, maka dia kami eksekusi”

“Hah? Emang mau
dimakan?” tanyaku.

“Iya”

Hmmh…
mudah-mudahan anjing lain tidak senakal si mendiang Dalmatian…

***

   Dscn3390

Sabtu malam adalah
ibadah terakhir, untuk kegiatan ini. Para Bruder akan kembali ke Perancis di
hari berikut.

Dscn3469

Ini adalah cindera
mata yang diberikan oleh para bruder dan panitia, sebuah icon* bergambar Yesus dan seorang pengikutNya. Lukisan
ini diambil dari injil Lukas pasal 24, tentang perjalanan dua orang menuju
Emaus, dimana mereka tanpa sadar dibimbing oleh Yesus selama perjalanan, hal
ini melambangkan perjalanan iman kita selalu yang disertaiNya walau seringkali tidak disadari.

*Pengertian umum icon adalah
semacam simbol, namun pada kultur gereja ortodoks, icon adalah lukisan yang menggambarkan sosok kudus, seperti Yesus
Kristus, Bunda Maria, para santo, para malaikat, dan bahkan salib.

***

Saat workshop ke
Bantul, rombongan dibagi menjadi dua kloter: Ganjuran dan Pudong. Pagi ini kami
kebaktian di GKMI (M-nya untuk Muria, dari Gunung Muria, namanya mirip tempat
Gandalf melawan Bal… ah sudahlah, gak penting).

 Dscn3451

Sejauh yang kami
lihat, setelah mendengarkan cerita dari beberapa korban gempa, rehabilitasi
tempat tinggal masih berjalan terus, dan trauma akibat bencana sudah berkurang,
walaupun belum hilang. Seorang relawan ziarah Taize tidak ikut ke tempat ini
karena kesedihannya belum hilang ditinggal saudaranya yang terkena gempa.

Saya sempat
bertanya kepada seorang relawan di sana, 

Kira2

apakah mereka
pernah mengadakan penyuluhan tentang micro kredit atau semacam kredit usaha
kecil untuk penduduk sekitar. Dia menerangkan tentang misi mereka sekarang
adalah menyelesaikan sarana tinggal menjadi layak, semi permanen dan permanen.
Setelah tujuan itu tercapai, baru kegiatannya diarahkan ke bimbingan ekonomi.

Para relawan yang
berasal dari MDS tiba pada hari kedua setelah gempa dan beberapa dari mereka
masih ada hingga hari ini, sementara sebagian besar sudah pergi, mungkin pulang
atau menjadi relawan di tempat lain.

Sepulang dari
Bantul, kami saling bertukar alamat email dan setelah itu tinggal mengepak
baju-baju kotor kembali ke tas, makan siang terakhir bersama para Frater, Romo
dan Pastor .

Dscn3315

***

Sebelum pulang, kami
menyempatkan diri belanja oleh-oleh.

Yah, inilah
tuntutan sanak saudara di kampung asal… Tidak banyak barang yang saya beli,
yang pasti ada bakpia pathok. Para penjual makanan berjejer di sepanjang jalan
Mataram. Karena saya tidak tahu bakpia nomor berapa yang paling enak, saya
memutuskan untuk membeli beberapa nomor.

 

Dscn3470

Malamnya kami
bertemu di stasiun Tugu, untuk berangkat pulang pada pukul sepuluh malam. Seluruh kegiatan selama tiga hari terakhir
beres tuntas. Semua kelelahan bertumpuk di badan. Inilah akhir dari ziarah di
Jogja, namun awal bagi ziarah di dalam diri masing-masing.