PAPRIKA

 

  1. Paprika

Intinya
ini film bercerita tentang (spoilers!) alat ilusi yang disalahgunakan. tapi
dengan penuturan mirip film The Cell, hanya saja jauh lebih bagus, lebih banyak
isu sosial yang diangkat… (kok kayanya ngetrend banget sih ngangkat banyak
isu sosial, dunia, dll di film-film yang "berkelas"? Apakah ini
semacam prinsip "supaya keren" ?)

Kenapa
mirip the Cell? karena bertutur tentang dunia nyata dan dunia mimpi (semacam
virtual reality, dengan alatnya yang mirip bando ala klingon).

Ada
beberapa isu yang bagus tentang sosialiasi yang semakin dingin karena
kemunculan dunia maya. Ada juga adegan klimaks yang bikin kita sedikit
risih untuk menonton bareng sepupu yang masih SD. Selengkapnya silakan dinonton.

Oh
iya, karena genrenya termasuk ke thriller psikologis, penonton dibawa untuk
agak bingung, dimana dunia mimpi dan dunia nyata. Tapi ikutin aja, jangan
terlalu banyak mikir(kaya gua), nanti semuanya juga dijelasin kok.

Secara teknik animasi, kamu bakal terpana
liat adegan pawai di film ini. Edan banget bikinnya, entah berapa animator yang
dikorbankan.

Tambahan lagi, di beberapa anime selalu ada adegan pawai, dengan
muka setengah nanar atau girang berlebihan. Entah kenapa gua agak terganggu dengan hal ini, tapi engga
bisa berhenti untuk melihat.

Adegan
yang mirip juga ada di opening Pinkponk Club (mungkin inspirasinya dari teater
jepang jaman dulu ya?) atau di filmnya Isao Takahata yang tentang racoon, aduh
apa ya judulnya, oh iya Pom Poko! Di sana ada adegan raccon sakti yang bikin perahu dan membawa
teman-temannya pulang ke surga gitu, dan adegannya teatrikal banget, dari
narasi sampe bloking karakternya.

Sekadar
intermezzo, kalo kamu suka nonton teater dan film, coba cek the emperors
concubine, itu film yang nuansa teatrikalnya kental banget, sampe cara dialog dan
gerakan juga, tapi ini tetap film, bukan teater yang disorot kamera. cekitaout.

Oh
iya, tambahan lagi, mohon di cek dulu filmnya sebelum beli. Yang gua dapet itu
ga ada teksnya, jadi lumayan jangar juga berusaha ngerti cerita yang aga njelimet.

Ya
itu salah satu pentingnya animasi yang baik, tanpa teks kita masih bisa tau
ceritanya.

I’d
give it 4,5 stars.

  1. Paprika_web

 

2 Responses to “PAPRIKA”

  1. Martina Says:

    erick,lu belinya dmana?di kokem ato vertex?

  2. Erick Says:

    Di kotkem pasti ada sih, di vertex mungkin udah abis, kalo ga coba aja di the movie rooms depan aloysius. Jgn lupa cek ada teks ato gak.

Leave a Reply