Berkat Kami, Kamu Pergi

Teman saya di sebuah komisi kepemudaan di gereja pernah mengeluh,
dia merasa tidak menjadi penolong bagi sesamanya, tidak menjadi berkah bagi
orang lain. Sekalipun dia aktif sebagai anggota paduan suara dan mungkin juga
pengurus komisi itu, tetapi tetap saja ia merasa apa yang diperbuatnya tidak
menjadi satu hal yang, secara langsung, berguna bagi orang lain.

Saya pikir ini adalah gejala umum, dan sebenarnya banyak kok yang masih bisa kita lakukan di luar
gedung tembok yang kita sebut gereja. Yang repot adalah jika Anda merasa hal
itu sudah cukup. Istilahnya: makin
sering di tempat itu, makin deket
sama Tuhan.

Emang Tuhan hanya ada di gereja? Atau jangan-jangan anda menganggap gereja
itu Tuhan? Hati-hati loh, pemberhalaan bisa terjadi pada hal-hal yang kita enggak kepikiran sama sekali:

· Menuhankan pendeta,

· Menuhankan Alkitab,

· Menuhankan Kekristenan.

Saya tidak mau menyerang tiga elemen diatas, tapi saya mau
mengkritik persepsi yang menggunakan ketiga hal di atas itu untuk membandingkan
(dengan maksud yang satu lebih baik dari yang lain) dengan elemen lain, entah
dalam gereja yang sama, agama yang sama, atau bahkan dengan kepercayaan yang
berbeda.

Jadi, kalau anda merasa lebih "saleh" karena aktif dan
rutin berada di gereja atau tempat ibadah anda, jangan terjebak dengan memandang orang yang
tidak seaktif anda sebagai orang yang lebih berdosa, atau lebih "dunia".

Justru karakter-karakter seperti ini yang bikin beberapa teman saya
menjauh dari gereja, karena semakin sedikit kerendahan hati yang mereka temui
saat ingin mengenalNya lebih dekat.

Oh ya, saya lupa menyebut, saya sendiri juga pernah menempati karakter-karakter di atas, jadi selain mengkritik orang lain, saya juga mengkritik
diri sendiri, biar impas.

2 Responses to “Berkat Kami, Kamu Pergi”

  1. 'aRuM SeTyo' Says:

    Hmm.. terjebak dalam belenggu simbolisme. Kalo kata bokap gw.. “Syariat yang tanpa makna”.

    Tapi gw yakin, Untuk orang-orang kayak lu, Tuhan tuh tetep ada, tetep mengalir sewarna senada sejiwa, meskipun tanpa wacana tembok gereja.

  2. Erick Says:

    Tenkyu berat ‘com, gw emang mau minta komen elu, eh taunya udah duluan heh heh heh…

Leave a Reply