Archive for August, 2007

Doctor Gogolak!

Wednesday, August 29th, 2007

Gogoluck_1Gambar ini iseng dibuat sama si Ruben, bikin muka Dr. Gogolak versi dia, murni dibuat pake Wacom tablet…(RALAT! TERNYATA PAKE MOUSE DOANG!) heh heh lumayan juga, tapi karena belum tau mau ditaruh di mana, gua pajang dulu aja disini.
Makanya bikin porto online atuh euy, biar gua bisa promosiin link elu.

Berkat Kami, Kamu Pergi

Sunday, August 26th, 2007

Teman saya di sebuah komisi kepemudaan di gereja pernah mengeluh,
dia merasa tidak menjadi penolong bagi sesamanya, tidak menjadi berkah bagi
orang lain. Sekalipun dia aktif sebagai anggota paduan suara dan mungkin juga
pengurus komisi itu, tetapi tetap saja ia merasa apa yang diperbuatnya tidak
menjadi satu hal yang, secara langsung, berguna bagi orang lain.

Saya pikir ini adalah gejala umum, dan sebenarnya banyak kok yang masih bisa kita lakukan di luar
gedung tembok yang kita sebut gereja. Yang repot adalah jika Anda merasa hal
itu sudah cukup. Istilahnya: makin
sering di tempat itu, makin deket
sama Tuhan.

Emang Tuhan hanya ada di gereja? Atau jangan-jangan anda menganggap gereja
itu Tuhan? Hati-hati loh, pemberhalaan bisa terjadi pada hal-hal yang kita enggak kepikiran sama sekali:

· Menuhankan pendeta,

· Menuhankan Alkitab,

· Menuhankan Kekristenan.

Saya tidak mau menyerang tiga elemen diatas, tapi saya mau
mengkritik persepsi yang menggunakan ketiga hal di atas itu untuk membandingkan
(dengan maksud yang satu lebih baik dari yang lain) dengan elemen lain, entah
dalam gereja yang sama, agama yang sama, atau bahkan dengan kepercayaan yang
berbeda.

Jadi, kalau anda merasa lebih "saleh" karena aktif dan
rutin berada di gereja atau tempat ibadah anda, jangan terjebak dengan memandang orang yang
tidak seaktif anda sebagai orang yang lebih berdosa, atau lebih "dunia".

Justru karakter-karakter seperti ini yang bikin beberapa teman saya
menjauh dari gereja, karena semakin sedikit kerendahan hati yang mereka temui
saat ingin mengenalNya lebih dekat.

Oh ya, saya lupa menyebut, saya sendiri juga pernah menempati karakter-karakter di atas, jadi selain mengkritik orang lain, saya juga mengkritik
diri sendiri, biar impas.

Selamat Ulang Tahun, Thalia!

Saturday, August 25th, 2007

366pxthaliasodi

Tepat di hari minggu tanggal dua puluh enam agustus ini, Ariadna
Thalía Sodi Miranda berusia tiga puluh enam tahun.

 Namanya berasal (salah satunya) dari Greek Muse atau Dewi
Inspirasi Yunani pada komedi dan puisi, yang lirik dan kata-katanya berkembang seiring
berjalannya waktu.

 Engga, gua gak ngefans sama Maria Mercedes ini, hanya iseng aja
posting, abis ultahnya barengan…

Masuk Kompas Community!

Wednesday, August 22nd, 2007

Masukkompas
    Horeee blog komik gua yg didaftarin pas bulan Juni kemaren, akhirnya masuk juga ke Kompas Community, top list pula! Hu hah! Hu hah!
    Ternyata analisa psikotes (tulisan tangan) waktu SMA itu gak tepat, jurusan  Geologi, Informatika dan Metalurgi memang bukan spesialisasiku.

Sapi, Gorila, dan Platipus

Wednesday, August 22nd, 2007

Candiukirrollover

    Adegan ngobrol pas makan siang ini saya buat komiknya sebanyak tiga halaman (kalo hanya tiga mustinya pakai kata sesedikit ya?). Silakan klik di sini untuk melihat, atau masuk ke www.ericbandung.com, cek bagian webcomics.
    Ceritanya mungkin lebih ringan dari yang KGB dan Beni, tapi gua tetep minta komentar yak kalo udah baca. Teeenkyu.

Tentang Kebebasan Menulis

Sunday, August 12th, 2007

Ini
percakapan via email yang gua tanya ke kenalan, soal kebebasan menulis. Cukup
menjawab kebingungan gua, dan cukup inspiratif juga, jadi saya posting di sini sekadar
untuk sharing.

Ini pertanyaan gua:

Brur,
aku mau tanya nih…
            Sekitar tiga minggu yang lalu saat saya sedang sharing mengenai karya tulis
dengan teman-teman di tempat saya mengajar, ada seorang peserta baru (dia sudah
menelurkan sebuah novel Chiclit tahun ini, sepanjang 250an hlm, di usianya yang
ke-17, hrgh, sebel juga nih keduluan start…).

Dia
bertanya apakah boleh menulis suatu karya yang dalamnya berisi kegalauan,
keputusasaan dll, adakah tanggung jawab moral dalam menulis hal seperti itu?
Saya menjawab hal itu tidak dilarang, mengeluarkan apa yang menjadi pergumulan
dalam bentuk tulisan itu memang boleh, tetapi yang dia takutkan adalah dampak
orang ketika membaca, mungkin dalam hal ini pembacanya adalah anak sma dan smp,
mengingat kategori novelnya memang digemari anak muda.

Ia
takut pembacanya merasa keputusasaan itu dan malah terbawa melakukan hal-hal
buruk misalnya bunuh diri.Teman saya yang lain menambahkan dengan contoh novel
The Catcher in The Rye, yang dimiliki oleh beberapa pembunuh berantai di
Amerika serikat. Apakah mereka menjadi pembunuh setelah membaca novel itu atau
memang sudah psikopat saja, jadi buku itu tidak bersalah.

Saya
setuju dengan pernyataan yang kedua, tetapi tetap saja tergelitik dengan
tanggung jawab terhadap tulisan, dan reaksi pembaca yang mungkin tidak dapat
diprediksi, di sisi lain, saya juga tidak ingin terjebak dalam menulis yang
"bagus-bagus" melulu dan "mendidik", yang kadang terlalu
sarat muatan moral sehingga tidak terasa ekspresi dan emosi pada karya
tersebut, meminjam istilah dari guru saya waktu SMA ,   garam yang terlalu asin malah tidak dipakai sama sekali.

Loh,
ini kok malah jadi curhat, bukannya nanya?

Yang
jelas, saya sudah menjawab kepada peserta tersebut bahwa itu tidak dilarang,
nah dari sini saya mau minta pendapat dan saran, sebab saya masih merasa ada
satu dua masukan yang perlu untuk pertanyaan semacam itu.

Atau
ini juga menjadi semacam perang ideologi kecil-kecilan? Jadi Teenlit dan Chiclit yang bernuansa putus asa harus dilawan dengan Teenlit dan Chiclit dengan nuansa optimis?

Dan ini jawabannya.

Hi
Erick,

Menulis
adalah mencipta. Dan mencipta sesuatu mulai dari kebebasan.
Kebebasan inilah yang mendorong kreatifitas. Menurut saya, kebebasan
setiap penulis harus dihormati. Saya orang yang percaya pada kebebasan
berekspresi. Ini adalah sesuatu yang tergolong luxury untuk bangsa kita.
Meski demikian, saya percaya bahwa seorang penulis tidak sepenuh-penuhnya
bebas. Ia terikat oleh kategori budaya dan masyarakat dimana dia berada. 
Maksud saya, kebanyakan seorang penulis memiliki self-cencorship. Tetapi
biarlah itu merupakan keputusannya sendiri. Bukan sesuatu yang dipaksakan
dari luar.

Saya
juga percaya, bahwa para pembaca bukanlah seperti celengan yang menerima saja
apa yang disodorkan tanpa daya kritis. Apa yang dibaca akan diolahnya secara
emosional dan intelektual. Sebuah karya cipta menjadi sesuatu yang terbuka
untuk diinterpretasi oleh pembaca. Ia bisa menjadi sesuatu yang mendatangkan manfaat tetapi ia juga bisa mendatangkan mudarat. Kebebasan pembaca untuk menerima informasi apapun haruslah juga dihormati. Dalam dunia seperti ini, sesuatu yang
tidak mereka dapatkan dari tulisan rekan anda akan mudah mereka dapatkan dari
ribuan penulis lainnya.  Kebebasan itu memang memabukan tetapi ia juga
yang menempa kita menjadi manusia seperti saat ini.

Salam,
Albertus Patty

Nulispakecinta_1

Earthquake euy!

Friday, August 10th, 2007

410w

It happened when I was nearly
asleep, my bed was shaken, and I thought it was some sorta kuntilanak or
somethin’ like a giant mouse or just my rather retarded dog, Pocky, rocking my
bed for some unexplainable purpose…

            Then again, it was the earthquake.
I went out of my room, and found the pool (the one with the giant lele) shaken.
All of the family was already awake. And then it stops.

            My head began to feel dizzy. After
some short messaging to some friends, I got some info that the quake was coming
75 km west of indramayu, and the effect stretch as far as Jogja and Bali.

Quite scary, and yet, irritating: I
can’t sleep well for two days now…

SUNSHINE

Thursday, August 9th, 2007

24692007032813_25_11_1

Hmm, ini mah bukan review, hanya
opini doang. Udah lama ga nulis blog. Serasa kurang amal…

Ya mungkin ada film yang gua suka
karena bagus, tapi ada juga yang gua suka secara subjektif, walaupun ada
satu-dua kekurangan, tapi engga cukup buat bikin gua nolak ketika ditawarin
untuk nonton filmnya disaat-saat sibuk.
 

    Ada apa dengan
Sunshine?

Genrenya bow! Space thriller! Gua
engga terlalu ngeh dengan genre ini, tapi kalo liat trailer atau dvd baru
dengan tema kaya gini, plus kesan orisinil masih kuat, susah deh buat ga
ditonton.Sekadar informasi, space thriller yang gua udah nonton dan cintai itu
ya yang kaya alien (semua sequelnya kecuali yg vs predator dan beberapa cameo
ga penting di film-film pendek kaya batman dead end dll), Mission to Mars, Red Planet,
Solaris, Event Horizon(seru abislah buat tontonan pas SMP!), 2001: A Space Oddysey(walaupun
agak-agak perlu perenungan…), Silent Running dan…dan…uhh kok dikit ya?
Paling ya ini deh yang terbaru, Sunshine.

Ceritanya lumayan juga, ketika
matahari udah mulai redup, dikirimlah misi ke matahari pake kapal mirip payung untuk memicu ulang reaksi
fusinya. Suasana dingin dan sepi kena banget, apalagi dengan SFX
ambient yang pas, dan adegan saat monitoring tingkat Lumensnya matahari, keren buanget, cerah dan gerah, pokonya di ruangan itu, semua kru kapal bisa ngerasain
sesaat kehangatan dari enam belas bulan perjalanan dalam ruangan kapal yang
dingin dan sepi.

Sunshine

Yang gua sayangin di sini, semua
tokohnya sedikit kurang manusiawi. Ketika tiba saat-saat genting dan salah satu harus berkorban (WARNING! SPOILER!), banyak yang
oke-oke aja dan hanya dua ato tiga yang bener-bener ngalamin konflik batin.         Tambahan lagi, Chris Evans di film ini tampil lebih dewasa dan terlalu cool ampe mirip-mirip Lt. Commander Data, terlalu objective oriented, peduli setan sama yang namanya nyawa kru. Ya,karakter dia jauh banget dari perannya sebagai Human Torch di Fantastic Four.

Oh iya, spesial efek di film ini
juga oke, apalagi mataharinya. Gua saranin mending liat di bioskop deh, di tv
mah kurang megah. Beberapa kali adegannya ngasiliat pesawat yang gede banget,
tapi detailnya banyak, dan ga keliatan di dvd, kecuali mungkin pake kaca
pembesar berjarak dua sentian lah dari monitor.

Tokoh antagonis di sini juga ada,
walaupun baru muncul seperempat dari akhir film. Pemunculannya juga keren, ia
keluar saat sinar matahari lagi silau banget, jadi yang keliatan hanya siluet buram dan suaranya. Cukup menghibur. O iya sutradara film
ini adalah orang yang bikin 28 days later, jadi suasana sepinya dan efek kamera
goyang saat ngasiliat tokoh yang jahat/hideous/deformed, kurang lebih sama.

    Gua udah bilang cukup menghibur kan? Iya memang
menghibur, ga terlalu bete, ga terlalu merenung kaya Solaris ato 2001, ga nyesel
kaya abis nonton Ghost of Mars atau Doom, nope, ini film yang, kata gw, layak dapet
7 sampai 7,5 deh.