Overtime

   

Muppetsovertime
    Beberapa hari yang lalu gua dipinjemin si Ruben DVD kompilasi animasi, dapet dari Karen, kakaknya, pas liat festival animasi di Stuttgart. Oke, emang enggak sebesar Festival Annecy di prancis, tapi oke juga, kan pesertanya internasional. Ada satu film yang bener-bener gua banget, keren abis, judulnya Overtime.
    Ceritanya simpel, oke ini spoiler, tapi kayanya ga ada yg bakal dapetin film ini di
kota kembang ato glodok, jadi gw ceritain aja, cerita dibuka dengan meninggalnya
seorang puppeteer (mungkin kalo di sini namanya dalang ya?) dan ia dikelilingi oleh
boneka-boneka yang semasa hidupnya menjadi teman bermainnya.10105
    Cerita selanjutnya adalah bagaimana para boneka (yang mirriip banget sama Kermit the frog) itu berkumpul dan mengadakan satu upacara penghormatan terakhir baginya: pesta bersama!Overtimeclipboard1Overtime2
    Oke menurut gua ini sifatnya pribadi banget, hubungan antara dalang dan wayang, jadi mereka yang dahulu diperlakukan dengan hormat, menjalani setiap adegan dengan patuh, kini berganti peran dan sang dalang menjalani peran mereka.Overtime
    Kayanya aneh ya? Menurut gua ini harus diliat pake kacamata hubungan dalang dan wayangnya. Kalo dari sudut pandang penonton mungkin aga nggak sreg dengan konsep ini.
    Eniwei, film animasi 3D ini dibuat dengan gaya noir, dengan iringan musik klasik,
melankolis pula, dan memenuhi sepanjang cerita yang berdurasi hampir lima menit.
    Hal lain yang menarik perhatian gua adalah tokoh dalangnya, yang wajahnya dibuat sangat mirip dengan Vincent Price, aktor yang memerankan The Inventor -> profesor yang bikin Edward di film Edward Scissorhand. Mungkin karakter Puppeteer ini sangat lekat dengan karakter dia di film tersebut, sehingga dipake jadi model untuk animasi pendek tadi.

    Mungkin juga selera pribadi, gak apa-apa juga sih, yang jelas pesan utama itu kerasa banget, tanpa perlu pake dialog, dan walaupun ada beberapa temen yang liat engga bisa ngegambarin lewat kata-kata, tapi suasana penggambaran penghormatan terakhir ini sangat jelas terasa, dan gua pikir ini memang tujuan si pembuat.

 

   

3 Responses to “Overtime”

  1. absurDeety Says:

    tru akhirnya puppeteernya gimna???? kok ga selesai ceritanyahhhh

  2. Erick Says:

    Akhirnya dia beristirahat dalam damai, di ranjang. Kelopak matanya yang masih terbuka di tutup oleh sebuah bonekanya.

  3. Lia Says:

    ihhh ko miripp erik sii …..
    (gundulnya hehehe)
    apa dia yang ngikitin elo ya rik? lo keyeeeennn abieshh dechh.. jadi trensetter perpeleman animasi luar negerih

Leave a Reply