What’s Wrong With Being an Atheist?

Nothing, it’s a choice of faith. However, problems occurred when people with faith did atheistic thing.

“Jadi masalahnya dimana?”

“Masalahnya, kamu percaya pake ati ato enggak.”

“Kalo ngomong “o iya gw org beragama kok”, itu gampang, burung beo juga bisa dilatih untuk ngomong gitu.”

“Yang susah apa?” “Ngebuktiinnya, ngelakuin apa yg kamu pegang.”

“Misalnya?”

(penulis minta maaf karena menulis dengan bentuk dialog, hal ini memudahkan untuk menuangkan apa yg ada di pikiran, dengan membuat karakter yang ga habis-habis nanya, sebagai partner berdialog, dapet dari klab nulis kemaren..gw juga yg bawain, gw juga yg dapet idenya..aneh..)

“Sampe mana tadi?”

“Sampe ngebuktiin yg kita pegang, susahnya dimana, misalnya apa?”

“Mm, kejujuran, kamu bisa gak pegang satu itu aja sampe mati? ato tiga bulan jujur tanpa bocor?”

“Eh, kalo bohong putih gimana?”

“Kalo itu termasuk kamu bilang ke nenek yang udah sekarat di ranjang, bahwa kondisinya membaik, supaya dia tenang, walaupun dokter udah memvonis dia ngga punya harapan. Gw pikir itu engga apa-apa, itu untuk tujuan baik.”

“Tapi balik ke pertanyaan tadi, susah kan untuk megang satu hal aja?”

“Iya, belon lagi kalo bohong aja ga item putih, gimana yg laen ya?”

“Misalnya?”

“Membunuh, gimana kalo kita lakukan pada seseorang yang kita benci, tapi hanya dalam pikiran kita, jadi sosok dia udah mati di pikiran kita, gak peduli sama orangnya biarpun dia ada di depan kita kegeleng truk ato kelindes kereta.”

“Hmm, kalo kamu atheis, kamu boleh-boleh aja melakukan itu, tapi kalo kamu:

Seorang Buddhis, maka kamu harus nolong dia, sesuai sama empat kebenaran sejati (samyag-drsti, samma-ditthi), harus ngilangin keinginan duniawi (untuk membenci), dan melakukan kebenaran (samyak-karmanta, samma-kammanta).

Kalo kamu Hindu, kamu harus nolong dia, sesuai dengan tujuan hidup menuju sasaran akhir, dengan jalan Karma Yoga, ngelakuin perbuatan baik tanpa nyimpen perasaan buruk di hati.

Kalo kamu Islam, kamu harus nolong dia, inget kisah Nabi Muhammad ketika berjalan di depan rumah Hindun, seorang wanita yang selalu melemparinya dengan kotoran. Tetapi ketika wanita itu terbaring sakit, Ia menengoknya, dan mengampuninya.

Kalo kamu Kristen, kamu harus nolong dia, krn musuh hrs dikasihi, believe me, it’s VEERRRY difficult! some people would rather sacrifice their faith than doing this!”

(Sekali lagi mohon maaf, referensinya agamanya hanya dibatasi empat saja, supaya engga kepanjangan dan poin utama tulisan ini jadi meleset).

O iya negasin dikit, banyak org yg tetep milih ga nolong, even though they called themselves religious. Well, I think trying to look religious can be categorized as religious (I’ve checked my Oxford dictionary).

You could say you have faith, but without the heart and soul in it, it’s just a word. A friend of mine gave me a nice quote for this: "It’s not the outside that change the inside, it’s the inside that changed the outside".

So, check your heart, do you really have faith? On what/who? Do you pray* because you need to pray, or just because everybody does it? Or do you pray at all?

*Not just praying of course, it’s just one sample from many religious activities, toward God, toward the goal of life, toward other people.

4 Responses to “What’s Wrong With Being an Atheist?”

  1. Mirna Says:

    I believe in crap
    Crap, being rubbishly sort, disappoints me much
    but strangely enough, I hang on to it.
    Hahaha

    M

  2. Andrie Says:

    nice one….

  3. Dennis Says:

    it’s so refreshing to read ur blog, not just this post only … maybe u should consider carrer as a writer? who knows? ^^)

    anyway. i’m gonna link your blog in one of my post. so keep writing yah, don’t make my friends, and me, get dissapointed ;-)

  4. Erick Says:

    OKEH I WILL!

Leave a Reply