Archive for August, 2006

NERAKA SURGAWI

Sunday, August 20th, 2006

NERAKA SURGAWI, BISNIS BARU YANG POTENSIAL !

Dikutip dari : www. peluang_uang.com

Entah apa yang hinggap di kepala Bosnya Erni hingga ia memutuskan untuk mendirikan tempat clubbing tanpa air conditioner di tengah-tengah gurun tak bernama di suatu tempat di timur tengah. Lokasi dimana butiran-butiran pasir gurun begitu menyengat seolah matahari hanya berjarak beberapa meter dari tanah. Anehnya, banyak pengunjung yang tidak menghiraukan hal itu.

Sebelum Erni ditunjuk untuk menjadi manajer pengelola tempat ini selama dua tahun, ia sudah berpengalaman mengelola kedai es air asin di kutub tenggara. Banyak pengalaman yang didapatnya disana, tapi pengalaman itu akan ditulisnya di artikel lain.

Di kantor barunya ini, tempat dugem bernama “Neraka Surgawi”, banyak sekali penduduk sekitar yang tertarik, yang mayoritas adalah anggota dari suku-suku yang suka berperang. Setidaknya di tempat ini mereka bisa melepaskan ketegangan berperang seharian dengan mengeluarkan energi yang sama, dengan kata lain, stamina dan fisik tetap terlatih tapi nyawa tak terancam.

Gedung itu  berlantai empat, berbentuk kotak dan terdiri dari banyak sekali jendela kaca, memunculkan efek rumah kaca pada ruang-ruang tertentu. Lantai satu adalah resepsionis, tempat pengunjung membayar tiket masuk. Lantai dua adalah kantor Erni dan staf-stafnya, termasuk laboratorium. Lantai tiga adalah kafe sederhana, tempat istirahat jika pengunjung hendak menyiram tenggorokan setelah puas ber-clubbing. Lantai empat adalah tempat sakral bagi para pengunjung untuk datang dan berdugem ria mendengarkan irama padang pasir yang telah diremix puluhan kali oleh dj lokal. Di ruangan ini, langit-langit sengaja dibuat serendah mungkin, dan tipis, sehingga radiasi sinar surya dapat terasa maksimal, membuat perspirasi para pengunjung semakin deras.

Ketika suasana party semakin memuncak, Erni segera memerintahkan dua orang stafnya untuk menyalakan pemanas di sekeliling ruangan lantai empat, hingga suhu maksimum, dan tempo lagu dipercepat dua puluh kali.

Jika diperhatikan baik-baik, di lantai terdapat selokan-selokan kecil berwarna hijau tua, yang berhubungan satu sama lain. Selokan tersebut digunakan untuk menampung setiap cairan yang tertuang dari tubuh pengunjung. Apapun cairan yang tertampung di sana nantinya dialirkan menuju laboratorium lantai tiga, untuk mengalami proses lebih lanjut. Dari sana, substansi yang ada diolah dan diambil intisarinya, lalu ditambahkan sedikit garam dan penyedap rasa beraroma unta tua. Setelah itu cairan kental berwarna kuning tua kecoklatan ini dibotolkan dan diimpor ke belahan dunia bagian barat. Konon produk ini sangat laku dan dinilai eksotis, ” ..bak menenggak dalam-dalam aroma penari padang pasir yang jelita”, aku seorang penggemar produk tersebut, yang kemudian dinamakan Atnu~Riul, sesuai dengan suasana yang Erni dapat setelah mencicipinya.

Selain mengatur manajemen Neraka Surgawi, Erni juga mengecek laporan kegiatan setiap harinya, mulai dari laporan meningkat atau menurunnya jumlah peserta yang dehidrasi, hal ini penting karena semakin banyak semakin baik, setiap pengunjung yang tidak sadarkan diri akan merasa diri kalah jantan dari teman-temannya, sehingga ia merasa penasaran untuk ikut lagi clubbing, mencoba membuktikan bahwa ia sekuat teman-teman dikelompoknya.

Kegiatan lain yang dilakukan oleh Erni adalah riset mengenai teknik-teknik lain dalam memeras pengunjung. Sebagai contoh, minggu kemarin ia sudah menambah beberapa lampu halogen untuk setiap dua meter persegi, dan memasang genset seukuran mobil kijang ditengah ruangan. Motto Erni untuk usaha ini adalah “Semakin banyak cairan keluar, semakin banyak lembaran masuk”.

Dampak lain dari Neraka Surgawi adalah menurunnya frekuensi perang suku di daerah tersebut dan munculnya peluang ekspor baru yang berpotensi mengalahkan nilai ekspor minyak mentah di daerah itu.

Benernya Enggak.

Wednesday, August 16th, 2006

Jonimakansiang

Perbedaan Basic, Normal, Fine dan Extra

Wednesday, August 9th, 2006

Punya kamera digital ? Ato pernah pake? pasti pernah nemu mode low, normal,dan high kan? oke kalo resolusi pasti ketauan bedanya dari ukuran gambar, tapi kalo fine, normal dll?

Nah gw iseng nyoba foto pake 4 mode itu (di kamera gw ada 4 mode, dikamera lain ada yg hanya 3), mau ngetest bedanya tu mode dimana.

Bedanya_1Ini foto pertama, pake mode extra, resolusi 3 megapixel, itu berarti lebar 2048 piksel x  tinggi 1536 piksel = 3.145.728 piksel, dibuletin jadi 3 juta piksel = 3 mega piksel. Kalo diimport ke coreldraw, ukurannya jadi 72 x 54 cm ! ampir segede A1 ! jadi kayanya gw gak perlu-perlu amat beli kamera digital mamiya yang 22 megapiksel itu.. ngapain juga dicetak ukuran billboard, ngga ada album yang muat ntar.. Ukuran file 1,7 megabyte, udah gw zoom abis biar keliatan bedanya.

Foto kedua, pake mode fine, hampir sama, tapi ukuran file 925 kilobyte, separuhnya, tapi di gambar gak keliatan beda ya? yang jelas waktu pake mode extra, gw aga goyang dikit pas motret, tapi kualitasnya sama dengan mode fine yang ngga goyang. moral dari poin ini:
Ngga terlalu perlu mode extra, karena bakal ngabisin tempat.

Foto ketiga pake mode normal, ukuran file 540 kb, mulai keliatan agak burem, apalagi di bidang abu2 pintu garasi,tapi kalo dari jarak kira2 30 cm, gak keliatan, sekali lagi ini masalah keperluan, kalo perlu detail, detail sampe segimana, atau kalo misalnya pas mau foto keluarga besar, ato wisuda angkatan, mungkin sebaiknya jangan pake mode ini, karena kalo ada detail kecil yang diperbesar, bakal tampak aga burem. Tambahan pertanyaan lagi, lebih bagus mana, resolusi 3m normal atau 2m extra? Balik lagi ke kebutuhan, maunya untuk apa. Foto angkatan kan gak bisa disamain sama close up bunga.

Foto keempat pake mode basic, dengan ukuran file 357 kb, keliatan disana bidang abu-abu udah gak terlalu jelas lagi detailnya, karena kompresi JPEG (Joint Photographic Experts Group ) yang melebihi akal sehat.

Dan untuk warna pink di bagian bawah, itu disebabkan oleh terbakarnya film karena sinar matahari pas tu kamera gw buka..untung hanya sebagian..