Carpe Diem
I think there’s something nicer than death and despair.
I don’t know what it is.
After all, the dark side was just an escape from the real world.
It is one big reason of why I like fantasies.
It allows me to run from everyday life.
Nevertheless, I cannot run forever.
It’s time to face the reality and become alive.
December 15th, 2005 at 3:04 am
Hai..CARPE DIEM!SEIZE THE DAY!BENUTZ DEN TAG!sebagai orang yang pernah ter’sesat’, being alive is great!!!pulang dari kesubjektifan absurd, kembali pada objektifitas dan subjektifitas yang berimbang, yang cerdas…HIDUP!just live..let go with the flow..buat gue juga ini bener-bener saat untuk kembali pada relitas bumi, tertawa, berjuang dan just..CERDAS lagi!!hahaha, thx your words are good..kena!!!kapan kita reunian??at leat ketemuan?yang ada aja, ga usah maksa ngumpuklin semua..
carpe diem!
hasta la vista
-intan savitri-
December 15th, 2005 at 6:55 am
Carpe diem artinya bukanlah Carp of the day! alias, ikan hari ini…
Ketahuilah bahwa adonan puyunghay terdiri dari parutan wortel, daging kepiting, bawang merah rajangan dan bumbu penyedap…
Sebaiknya kita memesan kakap merah panggang saja. Mari!