A Tribute To Childhood

The Gift of Dreams

Those with the gift of dreams,
you have the obligation to share it
any way you can and could re-live it, reinvent it
make it so that it inspires your children and their children’s children

There is not much of it left in here. If it’s gone,
where would hope lay ? where would happines be without hope ?

Intheseaofsheetjadib_1

The Inverse of Narnia

Di Narnia kita sebagai anak kecil bisa bertualang menjadi ksatria, raja atau ratu, dengan berbagai
petualangan fantasi yang fantastis, dan ketika kembali ke dunia nyata, kita kembali pada bentuk
anak-anak.

What if..
Kita yang udah dewasa bisa stumbled across a portal someday, dan nemuin masa kecil yang
ilang di suatu tempat kaya narnia..
bermain dengan benda-benda yang ukurannya diatas kepala kita, kalo mau ngobrol ke
orang lain harus menengadah, dan anjing-anjing yang berukuran besar bisa ditunggangi !

I hope that’s what heaven would look like.

One Response to “A Tribute To Childhood”

  1. Mirna Says:

    Awwwhh… ko manis siiiy… kok gue jadi sediiihh… :( Tapi, gimana ya perasaan Yao Ming yang tingginya sekarang 2 meter itu? Ha ha ha, tiba-2 buat ambil makanan di meja makan dia mesti ambil kursi dulu. Lah Kalo kerdil gimana??? kasian doonnnggg… seumur-2 mereka nggak pernah liat permukaan meja makan… terus pas masuk surga.. halaaahh tambah tinggi aja tuh meja! SIALAN, KEMBALIKAN HIDUPKUUU!!!

Leave a Reply